Katup dan Perlengkapannya
1. Katup
2. Dudukan Katup
3. Pengantar Katup
4. Pegas Katup
5. Penjamin Pegas
6. Pengunci
7. Sil Katup
Kegunaan katup (Valve) adalah untuk mengatur pemasukan gas baru ke dalam silinder dan pengeluaran gas bekas.
Bagian-bagian katup atau valve

1. Batang katup
2. Pengunci
3. Dudukan daun katup
4. Daun katup
Pembebanan katup
Kontruksi katup
Kegunaan :
Bila pegas katup terlalu kuat, maka keausan pada penggerak katup akan besar dan tuas-tuas katup bisa patah
Sil Katup
Kegunaan : Untuk mencegah minyak pelumas mengalir ke saluran masuk atau buang
Penghantar katup
Kegunaan :
Fungsi celah katup : Agar supaya katup-katup dapat menutup dengan sempurna pada semua keadaan temperatur
Mengapa celah katup harus distel?
Keausan pada sistem penekan katup --> celah menjadi besar
Keausan pada daun katup dan dudukannya ----> celah menjadi kecil
Karena keausan-keausan tersebut tidak merata, celah katup berubah dan perlu distel, setiap service berkala (tune up) atau setiap 5.000 km (tergantung data masing masing pabrik)
celah katup terlalu besar
1. Katup
2. Dudukan Katup
3. Pengantar Katup
4. Pegas Katup
5. Penjamin Pegas
6. Pengunci
7. Sil Katup
Kegunaan katup (Valve) adalah untuk mengatur pemasukan gas baru ke dalam silinder dan pengeluaran gas bekas.
Bagian-bagian katup atau valve

1. Batang katup
2. Pengunci
3. Dudukan daun katup
4. Daun katup
Pembebanan katup
- Pada daun katup, terjadi tumbukan dengan dudukannya
- Keausan pada batang katup karena gesekan
- Pembebanan panas pada katup buang sampai 8000 C
Kontruksi katup
- Katup hisap : diameter daun katup masuk lebih besar daripada katup buang, dengan tujuan memperbaiki pengisian silinder, bagian dudukan dan ujung batang katup diperkeras untuk mengurangi / memperkecil keusan.
- Katup buang : terbuat dari dua logam : (1) batang katup dari baja yang mempunyai sifat luncur yang baik, (2) daun katup dari baja yang tahan panas ( temperatur sampai 8000 C )
Kegunaan :
- Untuk mengatur agar katup rapat dengan dudukannya
- Sebagai pegas pengembali
Bila pegas katup terlalu kuat, maka keausan pada penggerak katup akan besar dan tuas-tuas katup bisa patah
Sil Katup
Kegunaan : Untuk mencegah minyak pelumas mengalir ke saluran masuk atau buang
Penghantar katup
Kegunaan :
- Mengantar batang katup pada kepala silinder
- Memindahkan panas dari katup ke kepala silinder
Fungsi celah katup : Agar supaya katup-katup dapat menutup dengan sempurna pada semua keadaan temperatur
Mengapa celah katup harus distel?
Keausan pada sistem penekan katup --> celah menjadi besar
Keausan pada daun katup dan dudukannya ----> celah menjadi kecil
Karena keausan-keausan tersebut tidak merata, celah katup berubah dan perlu distel, setiap service berkala (tune up) atau setiap 5.000 km (tergantung data masing masing pabrik)
celah katup terlalu besar
Penggerak katup berisik (ada
suara
pukulan-pukulan)
Bagian penggerak katup bisa
patah ( pukulan dan kejutan )
celah katup terlalu kecil
kompresi tidak maksimal
bahan bakar akan boros
tidak ada celah katup
- Katup tidak menutup dengan sempurna
- Ada kerugian gas baru / tenaga motor berkurang
- Pembakaran dapat merambat ke karburator
- Katup-katup dapat terbakar karena tidak ada pemindahan panas pada daun katup
Demikian pembahasan mengenai ketup atau klep sering disebut jga dengan valve. Semoga bermanfaat.

