Cari didalam blog ini

Showing posts with label Engine. Show all posts
Showing posts with label Engine. Show all posts

Sunday, August 19, 2018

Penyetelan celah katup (Klep)


Salam smua para blogger semoga sehat selalu.


Kali ini saya akan mencoba membuat tutorial mengenai cara menyetel celah katup atau klep (valve).
Baiklah langsung ke tutorialnya, silahkan dipelajari dan seperti biasa kalau ada yang kurang dimengerti harap menuangkan komentarnya begitu pula kalau ada kesalahan dalam tutorial ini.

Keselamatan kerja:
Posisikan kunci kontak Off” pada saat penyetelan katup

Langkah kerja:

  • Pemeriksaan dan penyetelan celah katup dilaksanakan pada waktu mesin dingin (dibawah 350 C). 
  • Lepas tutup katup isap dan buang, kemudian lepas tutup mesin sebelakiri ( tutup generator )
  • Putar poros engkol berlawanan arah jarum jam dan tempatkan tanda “ T “ dengan tanda petunjuk yang ada pada bak mesin sebelah kiri ( pastikan juga bahwa torak berada pada langkah kompresi )

tanda penunjuk pada poros engkol

  • Periksa celah katup dengan memasukkan fuler diantara skrup penyetedan ujung katup
  • Celah katup isap / buang: 0,05 mm
  • Setel  katup  dengan  mengendorkan  mur  pengikat  dan  memutar  skrup penyetel sampai terasa ada tahanan pada fuler sewaktu digerakkan
  • Tahan skrup penyetel dan keraskan mur pengikat

cara menyetel katup
  • Periksa kembali celah katup
  • Periksa paking paking tutup katup isap / buang dan tutup generator
  • Pasang kembali tutup tutup tersebut


Penyetelan celah katup selesai, semoga bermanfaat.


Kompresi

Selamat siang smua, semoga sehat selalu.

Pada kesempatan kali ini saya akan berusaha membahas mengenai kompresi. Baiklah untuk lebih jelasnya silahkan dipelajari dan apabila ada yang kurang dimengerti saya harap komentarnya, dan apabila ada kesalahan dalam penyampaian diharapkan juga koreksinya.
Langsung ke materi..........!

Yang dimaksud dengan tekanan kompresi ialah tekanan campuran udara dan bahan bakar (untuk motor otto) di dalam ruang bakar pada akhir langkah kompresi. Motor yang perbandingan kompresinya lebih tinggi juga mempunyai tekanan kompresi yang tinggi. Sesudah terjadi pembakaran maka tekanan di dalam ruang bakar akan naik lebih kurang menjadi empat kali (4x) tekanan kompresi. Misalnya bila tekanan kompresi besarnya 12 kg/cm2, maka sesudah terjadi pembakaran di dalam ruang bakar tekanannya akan naik menjadi 48 kg/cm2.. Salah satu usaha untuk mendapatkan tekanan kompresi yang lebih tinggi yaitu dengan mengatur agar udara luar dapar masuk ke dalam ruang bakar dengan kecepatan yang lebih tinggi.Misalnya dengan mempergunakan turbocharger  yang  bekerja  sepertkompresor  untuk  membantu memperbanyak jumlah udara yang masuk ke dalam ruang bakar/silinder. Dengan adanya turbocharger, maka jumlah udara yang masuk lebih banyak sehingga tekanannya lebih dari 1 atmosfir.

Baik atau buruknya unjuk kerja (performance) suatu kendaraan bermotor sangat dipengaruhi oleh besar kecilnya tekanan kompresi, oleh karena itu besarnya tekanan kompresi kendaraan harus diperiksa setiap saat agar bisa diinterpretasikan untuk mengetahui  performance  atau kondisi  suatu kendaraan bermotor.

Tekanan kompresi kendaraan bermotor diperiksa setiap pekerjaan tune up (service berkala). Besarnya tekanan kompresi tergantung dari data masing masing jenis kendaraan yang dikeluarkan dari pabrik. Secara umum besatekanan kompresi 13,5 bar + 1,5 bar.

Tekanan kompresi rendah dapat disebabkan oleh:
penyetelan katup yang salah (terlalu rapat)
daun katup terbakar (bocor)
gasket/paking kepala silinder bocor
cincing torak atau silinder aus
torak aus

Tekanan kompresi tinggi dapat disebabkan oleh:
terlalu banyak kerak kerak karbon pada ruang bakar atau pada ujung torak

Tekanan kompresi yang baik adalah yang sesuai dengan standar pabrik. Untuk pengukuran tekanan kompresi digunakan alat yaitu kompresi tester atau compression gauge.

tester kompresi
Compression Tester

















Demikian postingan mengenai tekanan kompresi, semoga bermanfaat.

Friday, August 17, 2018

Katup atau Klep (Valve)

Katup dan Perlengkapannya

1. Katup
2. Dudukan Katup
3. Pengantar Katup
4. Pegas Katup
5. Penjamin Pegas
6. Pengunci
7. Sil Katup




Kegunaan katup (Valve) adalah untuk mengatur pemasukan gas baru ke dalam silinder dan pengeluaran gas bekas.

Bagian-bagian katup atau valve

1. Batang katup
2. Pengunci
3. Dudukan daun katup
4. Daun katup







Pembebanan katup

  • Pada daun katup, terjadi tumbukan dengan dudukannya
  • Keausan pada batang katup karena gesekan
  • Pembebanan panas pada katup buang sampai 8000 C


Kontruksi katup

  • Katup hisap : diameter daun katup masuk lebih besar daripada katup buang, dengan  tujuamemperbaiki  pengisian  silinder,  bagian  dudukan  dan ujung batang katup diperkeras untuk mengurangi / memperkecil keusan.
  • Katup buang : terbuat dari dua logam : (1) batang katup dari baja yang mempunyai sifat luncur yang baik, (2) daun katup dari baja yang tahan panas ( temperatur sampai 8000 C )
Pegas Katup
Kegunaan :

  • Untuk mengatur agar katup rapat dengan dudukannya
  • Sebagai pegas pengembali
Bila pegas katup lemah, maka   katup akan bergetar, pada putaran tinggi katup tidak akan menutup rapat, melainkan akan melompat-lompat, sehingga daya motor berkurang
Bila pegas katup terlalu kuat, maka keausan pada penggerak katup akan besar dan tuas-tuas katup bisa patah

Sil Katup
Kegunaan :  Untuk mencegah minyak pelumas mengalir ke saluran     masuk atau buang

Penghantar katup
Kegunaan : 

  • Mengantar batang katup pada kepala silinder
  • Memindahkan panas dari katup ke kepala silinder
Celah Katup
Fungsi celah katup : Agar  supaya  katup-katup  dapat  menutup  dengan  sempurna  pada  semua keadaan temperatur



Mengapa celah katup harus distel?
Keausan pada sistem penekan katup --> celah menjadi besar
Keausan pada daun katup dan dudukannya ----> celah menjadi kecil
Karena keausan-keausan tersebut tidak merata, celah katup berubah daperlu distel, setiap  service berkala (tune up) atau setiap 5.000 km (tergantung data masing masing pabrik)

celah katup terlalu besar
 Penggerak katup berisik (ada suara pukulan-pukulan
Bagian penggerak katup bisa patah ( pukulan dan kejutan )

celah katup terlalu kecil
kompresi tidak maksimal
bahan bakar akan boros

tidak ada celah katup
  • Katup tidak menutup dengan sempurna
  • Ada kerugian gas baru / tenaga motor berkurang
  • Pembakaran dapat merambat ke karburator
  • Katup-katup dapat terbakar karena tidak ada pemindahan panas pada daun katup


Demikian pembahasan mengenai ketup atau klep sering disebut jga dengan valve. Semoga bermanfaat.